KONSEP AWARENESS, WILLINGNESS, ACTION (AWA) DALAM SUPERVISI AKADEMIK: GUEST LECTURE DR. MOH. ANWAR DI MPI S2 PASCASARJANA UIN ANTASARI
Banjarmasin, 22 Mei 2026 – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin menggelar kegiatan Guest Lecture yang mengusung tema "Supervisi Manajerial dan Tata Kelola Madrasah". Kegiatan ini diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber kompeten di bidang manajemen pendidikan Islam, Dr. H. Moh. Anwar, S.Pd., M.Pd., yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua Prodi S2 MPI Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Acara yang berlangsung pada Jumat (22/05/2026) ini diikuti dengan penuh antusias oleh mahasiswa Pascasarjana, dosen, serta praktisi pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan madrasah yang efektif dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Antasari, Dr. Wahyuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait praktik supervisi manajerial yang adaptif dan profesional. "Supervisi manajerial bukan sekadar pengawasan, melainkan proses pembinaan yang sistematis guna memastikan tata kelola madrasah berjalan sesuai prinsip efektif, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Memasuki sesi inti, Dr. H. Moh. Anwar, yang juga dikenal sebagai dosen dan ketua prodi di UIN KHAS Jember, memaparkan pentingnya peran kepala madrasah sebagai manajer pendidikan yang mampu mengintegrasikan fungsi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengawasan. Namun yang menjadi penekanan khusus dalam paparannya kali ini adalah pengenalan sebuah pendekatan konseptual bernama AWA, singkatan dari Awareness, Willingness, dan Action. Dr. Anwar menegaskan bahwa pendekatan ini tidak dirancang sebagai sekadar teori, melainkan sebagai kerangka yang bersifat implementatif. Menurutnya, setiap tugas dan tanggung jawab profesional, khususnya bagi supervisor madrasah, harus berangkat dari kesadaran. "Tugas tanggung jawab apapun itu berangkat dari kesadaran," ujarnya di hadapan peserta. Ia menjelaskan bahwa setelah kesadaran terbentuk, seorang supervisor harus memiliki kemauan untuk bertindak. Namun tanpa aksi konkret, tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan. Dengan demikian, logika dasar AWA membentuk siklus utuh: sadar, mau, lalu bertindak.
Untuk memperjelas penerapan konsep ini di lapangan, Dr. Anwar memberikan contoh konkret. Seorang supervisor madrasah maupun supervisor Pendidikan Agama Islam yang bertugas di lembaga pendidikan Islam, baik pada jenjang SD, SMP, SMA, maupun madrasah mulai dari MI, MTs, hingga MA, wajib menyadari bahwa tugas supervisi merupakan bagian integral dari tanggung jawab profesionalnya. "Dia harus sadar, kemudian harus mau melaksanakan apa yang menjadi tugas tanggung jawabnya, dan diakhiri dengan tindakan konkret melaksanakan tugas sebagai supervisor," tegasnya. Selain pendekatan AWA, dibahas pula strategi peningkatan mutu tata kelola madrasah melalui pendekatan berbasis data dan penguatan budaya organisasi. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep supervisi manajerial, termasuk teknik monitoring kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penyusunan program kerja, serta evaluasi berbasis indikator mutu pendidikan. Dr. Anwar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengawas, kepala madrasah, dan guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Lebih lanjut, Dr. Anwar menekankan bahwa pendekatan AWA tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan unsur spiritual. Baginya, kesadaran, kemauan, dan tindakan akan kehilangan makna jika tidak dilandasi oleh spirit dan keteladanan. "Spiritual yang kita tekankan adalah bagaimana seorang supervisor mampu memberikan, di samping spirit motivasi, tetapi juga keteladanan bagi para pendidik atau guru yang ada," jelasnya. Ia meyakini bahwa tujuan akhir dari supervisi akademik adalah peningkatan kualitas pembelajaran. Apapun yang dilakukan oleh seorang guru, seoptimal apapun usahanya, tanpa spirit dan pendampingan yang tulus dari supervisor, hasilnya tidak akan pernah maksimal.
Kegiatan guest lecture ini semakin interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Dr. Anwar mengungkapkan bahwa para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan nyata dalam pengelolaan madrasah, terutama di era transformasi digital dan tuntutan akreditasi. Tidak hanya mahasiswa S2 MPI yang hadir, tetapi juga sejumlah dosen MPI S2 turut memadati ruangan. Menurut catatan Dr. Anwar, terdapat tujuh penanya dengan tema yang beragam, menggambarkan bahwa pendekatan AWA berhasil menyita perhatian akademik peserta. Salah satu peserta menyampaikan apresiasinya, "Guest Lecture ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana supervisi manajerial dapat diterapkan secara praktis di madrasah."
Menjelang akhir sesi, Dr. Anwar menyampaikan pesan khusus kepada alumni dan mahasiswa aktif S2 MPI, baik yang berasal dari UIN Antasari Banjarmasin maupun UIN KHAS Jember. Ia menekankan bahwa secara konseptual, mereka sebenarnya telah memahami kerangka AWA. Yang menjadi tantangan utama kini adalah keberanian untuk mengimplementasikannya dalam praktik supervisi sehari-hari. "Paling tidak secara konseptual, teman-teman alumni sudah paham karena merujuk pada konsepsi treatment atau pendekatan dalam supervisi yang diimplementasikan melalui AWA," pesannya.
Kuliah tamu yang berlangsung dengan penuh antusias ini ditutup dengan apresiasi dari pihak Pascasarjana UIN Antasari. Kehadiran Dr. H. Moh. Anwar, S.Pd., M.Pd., sebagai Ketua Prodi S2 MPI Pascasarjana UIN KHAS Jember sekaligus narasumber dalam kegiatan ini, dinilai telah memperkaya wawasan mahasiswa S2 MPI UIN Antasari mengenai alternatif model supervisi yang berakar pada kesadaran, kemauan, dan tindakan nyata. -Nanda Silsabila Herawati, Shofiyatul hilmah




