mpi.s2@uinkhas.ac.id -

Tantangan Guru PAI di Era DIgital: Mengajar Agama Tak Bisa Lagi Sekadar Ceramah

Home >Berita >Tantangan Guru PAI di Era DIgital: Mengajar Agama Tak Bisa Lagi Sekadar Ceramah
Diposting : Rabu, 17 Jun 2026, 14:49:49 | Dilihat : 69 kali
Tantangan Guru PAI di Era DIgital: Mengajar Agama Tak Bisa Lagi Sekadar Ceramah


JEMBER – Dosen Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Dr. Gunawan, M.Pd.I., menjadi narasumber dalam kegiatan 'Workshop Penguatan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)' yang diselenggarakan oleh MGMP PAI SMA Kabupaten Jember di Aula SMA Unggulan BPPT Darus Sholah, Rabu (17/6).

Kegiatan yang diikuti guru-guru PAI SMA se-Kabupaten Jember tersebut mengangkat tema penyusunan perangkat ajar dalam rangka penguatan mutu pembelajaran PAI. Workshop tersebut juga menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dan Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Jember, Abdus Sukur, S.Ag., M.Pd.I., sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, Dr. Gunawan menekankan pentingnya transformasi pembelajaran PAI agar mampu menjawab tantangan era digital, terutama dalam memahami arah baru pembelajaran PAI yang menekankan pendekatan 'Deep Learning' atau pembelajaran mendalam. Menurutnya, pembelajaran tidak boleh hanya berorientasi pada penyampaian materi dan pencapaian target kurikulum, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang membuat peserta didik memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan yang diperoleh.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan perangkat ajar perlu dimulai dari analisis Capaian Pembelajaran (CP), kemudian diturunkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, hingga instrumen asesmen yang saling terhubung. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital.

Selain itu, Dr. Gunawan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap perangkat ajar. Menurutnya, materi PAI tidak cukup hanya mengajarkan aspek normatif keagamaan, tetapi juga harus menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun asesmen sehingga pembelajaran agama memiliki dampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik. Ia menambahkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang religius, moderat, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Karena itu, perangkat ajar harus dirancang tidak hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk membangun karakter dan kesadaran sosial peserta didik.

“Tantangan guru saat ini bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, sikap moderat, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial peserta didik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh penguatan dalam penyusunan perangkat ajar, mulai dari analisis capaian pembelajaran, penyusunan alur tujuan pembelajaran, pengembangan asesmen, hingga integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran.

Partisipasi dosen Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademik perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam di sekolah. Diharapkan, hasil workshop dapat memperkuat kapasitas guru PAI dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi di era digital.

Penulis: Bima Briliando Agam

Berita Terbaru

Tantangan Guru PAI di Era DIgital: Mengajar Agama Tak Bisa Lagi Sekadar Ceramah
17 Jun 2026By oprpasca
Sosialisasi PMB Pascasarjana UIN KHAS Jember Hadirkan Workshop Capacity Building untuk CPNS Kemenag
22 Apr 2026By oprpasca
Day 2 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Prof. Munjin Bongkar Rahasia Kolaborasi dan Inovasi Akademik
07 Apr 2026By oprpasca

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;