mpi.s2@uinkhas.ac.id -

AI BUKAN PENGGANTI PIKIRAN

Home >Berita >AI BUKAN PENGGANTI PIKIRAN
Diposting : Rabu, 22 Oct 2025, 20:42:30 | Dilihat : 118 kali
AI BUKAN PENGGANTI PIKIRAN


Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq  Jember menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu bertema “Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Pascasarjana melalui Artificial Intelligence (AI) dalam Menghadapi Tantangan Global” pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh mahasiswa program S2 dan S3 serta para praktisi akademis dari berbagai daerah.

Dihadiri oleh narasumber Prof. Dr. Agus Pahrudin, M.Pd., akademisi dari UIN Raden Intan Lampung. Dalam pemaparannya, Prof. Agus menegaskan bahwa peningkatan kapasitas mahasiswa pascasarjana melalui AI merupakan investasi strategis untuk menghadapi tantangan global. Menurutnya, mahasiswa harus siap memimpin era transformasi digital dengan kebijaksanaan dan integritas, bukan sekadar kecakapan teknologis.

Artificial Intelligence hanyalah alat bantu, bukan otoritas kebenaran. Kepercayaan dan tanggung jawab atas karya ilmiah tetap terletak pada peneliti,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan infrastruktur, kebijakan etika, serta bimbingan spiritual agar pemanfaatan AI dapat menjadi alat penguat daya pikir, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. H. moh. Khusnuridhlo, M.Pd. Kaprodi S3 MPI, yang juga menyampaian prakata mewakili Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember.

“Kami berharap mahasiswa pascasarjana semakin berkembang dan lebih berkontribusi dalam penulisan artikel ilmiah dan penggunaan teknologi seperti AI di masa ini.” Tuturnya.

Menanggapi terselenggaranya kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN KHAS Jember, Dr. Moh Anwar, S.Pd., M.Pd., menilai bahwa kegiatan semacam ini selaras dengan misi akademik pascasarjana dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keilmuan yang beretika.

“Pengenalan dan pemahaman mendalam tentang AI bagi mahasiswa pascasarjana menjadi sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga untuk menyiapkan kepemimpinan intelektual yang bertanggung jawab di tengah perubahan global yang cepat,” ungkap Dr. Moh Anwar, S.Pd., M.Pd.

Kuliah tamu ini mendapat apresiasi luas dari peserta karena memberikan wawasan mendalam mengenai peran AI dalam dunia akademik dan strategi etis menghadapi disrupsi global. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya keseimbangan antara kecerdasan digital dan nilai-nilai keilmuan Islami. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pascasarjana UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi digital akademik dan menyiapkan lulusan yang adaptif, berintegritas, serta berdaya saing global.

 

Penulis : Shofi

Editor : Muhammad Bahy Naufal

;