mpi.s2@uinkhas.ac.id -

Day 2 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Prof. Munjin Bongkar Rahasia Kolaborasi dan Inovasi Akademik

Home >Berita >Day 2 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Prof. Munjin Bongkar Rahasia Kolaborasi dan Inovasi Akademik
Diposting : Selasa, 07 Apr 2026, 11:27:01 | Dilihat : 23 kali
Day 2 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Prof. Munjin Bongkar Rahasia Kolaborasi dan Inovasi Akademik


LUMAJANG - Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berlanjut pada hari kedua, Selasa, 7 April 2026, yang bertempat di Aston Hotel Lumajang. Pada hari ini, pembahasan difokuskan pada penguatan strategi kelembagaan melalui pemaparan program strategis masing-masing program studi serta perumusan arah pengembangan Pascasarjana menuju institusi yang unggul, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

Pada sesi pertama, para Ketua Program Studi mempresentasikan program strategis masing-masing sebagai bentuk refleksi sekaligus proyeksi pengembangan ke depan. Presentasi ini menjadi ruang evaluasi kolektif untuk memastikan bahwa setiap program yang dirancang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas akademik, riset, serta kontribusi kepada masyarakat. Penekanan utama terletak pada keselarasan program studi dengan visi besar Pascasarjana serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Selanjutnya, pada sesi kedua, hadir Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., untuk menyampaikan materi tentang penguatan kolaborasi dalam mewujudkan akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa tantangan utama Pascasarjana saat ini tidak hanya pada aspek internal, tetapi juga pada bagaimana meningkatkan minat lulusan sarjana untuk melanjutkan studi ke jenjang magister.

“Jumlah lulusan S1 yang melanjutkan ke S2 masih sangat terbatas. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pascasarjana untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya tarik institusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan pentingnya membangun lembaga unggul melalui sejumlah strategi kunci, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan riset dan publikasi. Menurutnya, dosen harus terus didorong untuk meningkatkan kualifikasi akademik serta kapasitas riset agar mampu bersaing di tingkat global.

“Peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama. Dosen perlu didorong melanjutkan studi doktoral atau postdoktoral serta aktif dalam publikasi internasional,” tegasnya.

Dalam konteks kolaborasi, ia menekankan pentingnya membangun jejaring yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini tidak hanya dalam bentuk kerja sama formal, tetapi juga dalam riset bersama dan pertukaran akademik.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas institusi, bahkan lintas negara, menjadi kunci dalam memperkuat daya saing akademik,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi. Pemanfaatan Learning Management System (LMS), pembelajaran hybrid, serta integrasi kecerdasan buatan menjadi keniscayaan yang harus segera direspons oleh Pascasarjana.

“Digitalisasi dan inovasi pembelajaran bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Perguruan tinggi harus adaptif terhadap perubahan teknologi,” ungkapnya.

Di sisi lain, aspek tata kelola dan branding institusi juga menjadi perhatian penting. Ia menegaskan bahwa reputasi tidak hanya dibangun dari dalam, tetapi juga melalui bagaimana institusi mampu menampilkan capaian akademiknya ke ruang publik.

“Branding dan reputasi institusi harus dibangun secara serius, termasuk melalui media sosial dan publikasi ilmiah yang kuat,” pungkasnya.

Ia kemudian mencontohkan praktik yang diterapkan di Universitas Negeri Malang, di mana kampus secara strategis melibatkan mahasiswa yang memiliki jumlah pengikut besar di media sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat diseminasi informasi dan citra institusi. Menurutnya, kekuatan media sosial yang sangat masif harus dimanfaatkan secara cerdas untuk menyampaikan capaian akademik, kegiatan ilmiah, serta atmosfer intelektual kampus kepada publik yang lebih luas.

“Di era digital ini, content creator memiliki pengaruh luar biasa. Jika dikelola dengan baik, mereka bisa menjadi duta kampus yang efektif dalam membangun citra dan reputasi institusi,” tambahnya.

Pelaksanaan Raker hari kedua ini semakin mempertegas komitmen Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif dan berorientasi masa depan. Dengan sinergi antarprogram studi dan penguatan strategi kelembagaan, Pascasarjana diharapkan mampu tampil sebagai pusat keunggulan akademik yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga di tingkat global.

 

Penulis: Laili Salimah

;