mpi.s2@uinkhas.ac.id -

Day 1 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Bupati Lumajang Tekankan Sinergi Pentahelix untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Home >Berita >Day 1 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Bupati Lumajang Tekankan Sinergi Pentahelix untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Diposting : Selasa, 07 Apr 2026, 10:32:29 | Dilihat : 32 kali
Day 1 Raker Pascasarjana UIN KHAS, Bupati Lumajang Tekankan Sinergi Pentahelix untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan


LUMAJANG — Rapat Kerja (Raker) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memasuki hari pertama pelaksanaan yang berlangsung di Aston Hotel Lumajang. Kegiatan yang digelar pada 6–8 April 2026 ini mengusung tema “Pascasarjana Digdaya” sebagai pijakan strategis dalam memperkuat arah pengembangan institusi yang unggul, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Pada sesi materi pertama, Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., sebagai narasumber memaparkan konsep sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi melalui pendekatan Pentahelix. Model ini menekankan kolaborasi antara lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, dalam mendorong pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bupati menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada aktivitas akademik, tetapi juga sebagai penyedia riset berbasis data, penggerak edukasi, serta agen pemberdayaan masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan kajian terapan dan inovasi yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk melalui pendampingan UMKM dan penguatan kapasitas sumber daya manusia berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Lumajang yang terangkum dalam prioritas Asta Cita Nararya tahun 2025–2029. Fokus pembangunan tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi inklusif, pembangunan sumber daya manusia, hingga pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan UMKM dan pengembangan inovasi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Pada sesi kedua yang berlangsung pukul 19.30 WIB, Direktur Pascasarjana kembali memberikan penguatan terkait evaluasi program akademik. Ia menekankan bahwa setiap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh program studi harus mampu diterjemahkan dalam bentuk dampak nyata. Program seperti visiting lecture, misalnya, perlu diukur kontribusinya terhadap peningkatan kualitas akademik dan jejaring kelembagaan.

Selain itu, Pascasarjana UIN KHAS juga tengah menginisiasi kolaborasi dengan berbagai pesantren dalam mendukung program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang magister (S2). Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan lanjutan bagi santri dan guru, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren.

Pelaksanaan Raker hari pertama ini menjadi fondasi penting dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi pengembangan Pascasarjana ke depan. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada hari kedua dengan agenda strategis, yakni sesi pertama berupa presentasi para Ketua Program Studi terkait program strategis masing-masing, serta sesi kedua yang akan menghadirkan materi dari Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. Adapun keseluruhan rangkaian Raker Pascasarjana UIN KHAS Jember akan berlanjut hingga hari ketiga dengan berbagai agenda penguatan kelembagaan lainnya.

 

Penulis: Laili Salimah

;