mpi.s2@uinkhas.ac.id -

Evaluasi dan Tindak Lanjut Kebijakan Keuangan, Sarana, dan Prasarana di Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember: Meningkatkan Akuntabilitas dan Efisiensi

Home >Berita >Evaluasi dan Tindak Lanjut Kebijakan Keuangan, Sarana, dan Prasarana di Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember: Meningkatkan Akuntabilitas dan Efisiensi
Diposting : Sabtu, 07 Jun 2025, 22:23:51 | Dilihat : 108 kali
Evaluasi dan Tindak Lanjut Kebijakan Keuangan, Sarana, dan Prasarana di Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember: Meningkatkan Akuntabilitas dan Efisiensi


Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN KHAS Jember melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan Kebijakan Keuangan, Sarana, dan Prasarana yang telah diterapkan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan serta pengelolaan sumber daya di lingkungan Pascasarjana MPI. Evaluasi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pimpinan program studi, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, tim evaluasi melakukan kajian terhadap pengelolaan keuangan, pemeliharaan sarana, serta pengembangan prasarana yang telah dilaksanakan sepanjang tahun ajaran. Hasil evaluasi ini akan menjadi acuan untuk perbaikan kebijakan dan pengelolaan di masa mendatang.

Ketua Program Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember, yang memimpin evaluasi tersebut, menyatakan bahwa evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kebijakan yang diterapkan sudah mencapai tujuan yang diinginkan.

“Kami melakukan evaluasi dengan cermat untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dalam pengelolaan keuangan, sarana, dan prasarana sudah berjalan dengan baik. Kami juga ingin memastikan bahwa dana yang ada digunakan seefisien mungkin untuk mendukung kebutuhan akademik dan operasional,” ujar Wakil Ketua Program Pascasarjana MPI.

Beberapa temuan dari evaluasi yang dilakukan antara lain:

No

Aspek yang dinilai

Kakurangan

Kelebihan

1

Kebijakan Keuangan, Sarana Dan Prasarana, Pemerolehan Dana

  1. UPPS belum   mempunyai pedoman penyelesaian SPP yang terhutang/ tunggakan
  2. UPPS belum mempunyai pedoman terkait format Pelaporan akademik dan non akademik penggunaan anggaran.
  3. UPPS belum mempunyai pedoman       tentang pengelolaan BMN secara internal
  4. Sosialisasi kebijakan belum maksimal dilaksanakan secara offlnie
  1. Penyusunan pedoman penyelesaian SPP yang terhutang.
  2. Penyusunan Format pelaopran keuangan secara utuh.
  3. Penyususnan Pedoman pengelolaan BMN

2

Pemerolehan Dana

           Sosialisasi kebijakan belum maksimal dilaksanakan secara offlnie

UPPS mengadakan sosialisasi pedoman pengelolaan secara offline dengan: membuat edaran dan disampaikan kepada seluruh pengelola pasca

3

Pengelolaan Anggaran

  1. Masih banyak kasus mahasiswa yang menuggak SPP sehingga menjadi temuan BPK.
  2. Pelaporan penggunaan anggaran masih beroientasi pada laporan keuangan
  3. Belum ada laporan pengelolaan BMN secara internal.
  4. Penganggaran aggaran masih berfokus pada bibang pendidikan
  1. UPPS membuat surat tagihan kepada mahasiswa baik online maupun ofline
  2. UPPS mewajibkan kepada seluruh penanggunj jawab kegiatan ( kasubag keu dan kaprodi) untuk menyusun laporan akademik dan keuangan
  3. Melaporkan keberadaan BMN di Pascasarjana dengan sistematis        dengan penambahan SDM di bidang tersebut.
  4. Penambahan alokasi anggaran pada bidang penelitian, pengabdian dan publikasi di RKAKL yang disusn pascasarjana

Tindak Lanjut: Berdasarkan hasil evaluasi, pihak Pascasarjana MPI telah merencanakan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain:

No

Aspek yang dinilai

Kakurangan

Tindak Lanjut

Target

1

Kebijakan Keuangan, Sarana Dan Prasarana,
Pemerolehan Dana

  1. UPPS belum   mempunyai pedoman penyelesaian SPP yang terhutang/ tunggakan.
  2. UPPS belum mempunyai pedoman terkait format Pelaporan akademik dan non akademik penggunaan anggaran.
  3. UPPS belum mempunyai pedoman       tentang pengelolaan BMN secara internal
  4. Sosialisasi kebijakan belum maksimal dilaksanakan secara offlnie

Untuk mengatasi kekurangan dalam kebijakan keuangan, sarana dan prasarana, serta pemerolehan dana, UPPS perlu menyusun pedoman penyelesaian SPP terhutang dengan membentuk tim kerja, melakukan benchmarking,
serta menyusun dan mensosialisasikan pedoman tersebut.Selain itu, diperlukan pedoman format pelaporan akademik dan non-akademik penggunaan anggaran yang disusun berdasarkan standar akuntabilitas dan disosialisasikan
kepada seluruh unit terkait. UPPS juga perlu menetapkan pedoman pengelolaan BMN secara internal dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, mencakup pengadaan, pemeliharaan, dan penghapusan aset. Untuk meningkatkan
efektivitas penyebarluasan kebijakan, sosialisasi harus dilakukan secara offline melalui pertemuan berkala dengan materi yang jelas dan mudah dipahami. Seluruh tindak lanjut ini akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala guna
memastikan efektivitas implementasinya..

1 bulan

2

Pemerolehan Dana dan Pengelolaan Anggaran,
Penggunaan Dana untuk kegiatan pendidikan,
kemahasiswaan, penelitian, PkM, dan publikasi

 

  1. Masih banyak kasus mahasiswa yang menuggak SPP sehingga menjadi temuan BPK.
  2. Pelaporan penggunaan anggaran masih beroientasi pada laporan keuangan
  3. Belum ada laporan pengelolaan BMN secara internal.
  4. Penganggaran aggaran masih berfokus pada bibang pendidikan

Untuk mengatasi permasalahan dalam pemerolehan dana dan pengelolaan anggaran, diperlukan beberapa langkah strategis. Skema pembayaran SPP yang lebih fleksibel, seperti cicilan dan beasiswa, perlu diterapkan guna
mengurangi tunggakan mahasiswa yang menjadi temuan BPK. Pelaporan penggunaan anggaran harus diperluas dengan pendekatan berbasis kinerja agar lebih transparan dan tidak hanya berorientasi pada laporan keuangan.
Selain itu, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) perlu ditingkatkan melalui sistem pencatatan dan audit internal yang lebih baik. Penganggaran juga harus lebih seimbang dengan mendukung kemahasiswaan, penelitian,pengabdian
kepada masyarakat (PkM), dan publikasi, sehingga tidak hanya terfokus pada bidang pendidikan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengelolaan dana menjadi lebih efektif dan akuntabel.

1 bulan

Hasil evaluasi ini akan segera disampaikan kepada seluruh civitas akademika Pascasarjana MPI sebagai bahan untuk perbaikan bersama. Pihak program Pascasarjana berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala agar kebijakan yang ada dapat beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang.

Sebagai langkah transparansi dan partisipasi, seluruh pedoman dan laporan terkait kebijakan keuangan dan sarana prasarana dapat diakses melalui situs resmi Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember.

Pedoman dan Kebijakan Keuangan, Sarana, dan Prasarana Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember

Dengan evaluasi ini, Pascasarjana MPI UIN KHAS Jember berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengelolaan sumber daya yang ada, untuk mewujudkan visi kampus yang lebih unggul dan efisien.

;