mpi.s2@uinkhas.ac.id -

Mahasiswa Pascasarjana MPI Hadiri Podcast “Akademisi Bicara” Bahas Transformasi Digital Pendidikan

Home >Berita >Mahasiswa Pascasarjana MPI Hadiri Podcast “Akademisi Bicara” Bahas Transformasi Digital Pendidikan
Diposting : Senin, 09 Feb 2026, 19:55:20 | Dilihat : 53 kali
Mahasiswa Pascasarjana MPI Hadiri Podcast “Akademisi Bicara” Bahas Transformasi Digital Pendidikan


Jember — Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) bersama Ketua Program Studi menghadiri kegiatan podcast Akademisi Bicara yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Penunjang Pascasarjana dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya PGMI, PAI, dan PBA.

Podcast Akademisi Bicara digelar dalam rangka meningkatkan mutu akademik serta memperluas wawasan keilmuan mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember. Mengusung tema “Transformasi Digital Pendidikan: Indonesia Emas atau Cemas?”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M.

Dalam pemaparannya, Prof. Hepni menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, pendidik harus menjadi lokomotif utama dalam proses sosialisasi dan implementasi transformasi digital tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidik tidak cukup hanya pada aspek kognitif, tetapi juga harus mencakup keteladanan dalam bersikap dan berperilaku di ruang digital.

“Pendidik harus lebih dulu meningkatkan kualitas dirinya, bukan hanya dalam penguasaan pengetahuan, tetapi juga dalam keteladanan digital. Kita harus arif dan bijaksana dalam merespons penggunaan teknologi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Hepni menjelaskan bahwa teknologi pada hakikatnya hanyalah khaddam atau alat bantu (maf’ul bih). Manusia, khususnya pendidik dan akademisi, tetap menjadi subjek utama yang memegang kendali penuh atas pemanfaatan teknologi tersebut. Oleh karena itu, penggunaan teknologi tidak dapat dilepaskan dari berbagai dampak, baik positif maupun negatif, yang harus disikapi secara kritis dan bertanggung jawab.

Narasumber juga menyoroti adanya kesenjangan teknologi yang masih terjadi di berbagai lembaga pendidikan, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Perbedaan kesiapan antar lembaga tersebut, menurutnya, perlu disikapi dengan pendekatan yang realistis dan kontekstual, tanpa memaksakan standar yang sama bagi semua institusi.

Menutup paparannya, Prof. Hepni memberikan pesan reflektif kepada seluruh peserta bahwa dalam memulai sesuatu yang baru, termasuk transformasi digital pendidikan, tidak harus menunggu kondisi yang benar-benar ideal atau sempurna. “Apa yang sudah ada sebisa mungkin dioptimalkan terlebih dahulu. Kesempurnaan itu sesungguhnya berada di bagian akhir,” ujarnya.

Kegiatan podcast Akademisi Bicara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan diharapkan mampu menjadi ruang diskusi akademik yang inspiratif dalam merespons tantangan dan peluang transformasi digital pendidikan menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Penulis : Sofia Hilma

Editor    : Ludvy Ayu S

;