Mahasiswi dan Alumni MPI S2 UIN KHAS Jember Serap Nilai Kepemimpinan Bu Nyai dalam Dauroh Ilmiyah
Jember — Mahasiswi dan alumni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mengikuti kegiatan Dauroh Ilmiyah bersama Bu Nyai Nusantara Kabupaten Jember, yang diselenggarakan pada Minggu (7/2/2026) di Pendopo Wahyawibawagraha.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat wawasan keilmuan dan kepemimpinan perempuan, khususnya peran bu nyai dalam menjaga marwah pesantren dan umat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Jember beserta Ketua TP PKK Jember, Wakil Ketua RMI PBNU, Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., sebagai narasumber kesatu, serta Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., yang hadir sebagai narasumber kedua.
Dalam dauroh ilmiyah ini, para peserta mendapatkan penguatan tentang pentingnya kepemimpinan bu nyai dalam konteks pendidikan Islam. Bu nyai tidak hanya berperan sebagai pendamping kiai, tetapi juga sebagai aktor utama dalam pengelolaan pendidikan, pembinaan santri, serta penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Prof. Hepni dalam pemaparannya menegaskan bahwa kepemimpinan dalam pendidikan Islam menuntut integrasi nilai spiritual, moral, dan manajerial. Ia memperkenalkan tipologi kepemimpinan HARUM, yang terdiri dari:
Hikmah, Amanah, Rahmah, Uswah, dan Marwah. Tipologi ini dinilai relevan sebagai kerangka kepemimpinan perempuan dalam pendidikan Islam, khususnya bagi bu nyai yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dan wibawa lembaga pendidikan pesantren.
“Pemimpin pendidikan Islam harus mampu menghadirkan kebijaksanaan, menjaga amanah, menebarkan kasih sayang, memberi keteladanan, serta mempertahankan marwah lembaga dan umat,” ungkap Prof. Hepni.
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., menyampaikan tentang prinsip pengasuhan dengan nilai pesantren. Seorang bu nyai harus membersamai, merawat, melindungi, menertibkan, dan melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Selain itu, doa dan riyadhah harus dilakukan sebagai ikhtiyar spiritual untuk kemaslahatan dan keberkahan para santri.
Bagi mahasiswi dan alumni S2 MPI, kegiatan ini menjadi penguatan nyata terhadap teori dan praktik Manajemen Pendidikan Islam, terutama dalam isu kepemimpinan perempuan. Nilai-nilai yang disampaikan dalam dauroh ilmiyah ini sejalan dengan prinsip manajemen berbasis nilai (value-based management) yang menempatkan kepemimpinan sebagai kunci utama keberhasilan lembaga pendidikan Islam.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperluas wawasan, memperdalam keilmuan, serta mengoptimalkan kebermanfaatan kepemimpinan perempuan dalam dunia pendidikan Islam dan masyarakat luas.
(Narasumber : Dr. Hj. Hindun Anisah, MA., Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M)
Penulis : Sofia Hilma
Editor : Ludvy Ayu S.




