Pascasarjana UIN KHAS Gelar Raker 2026, Rektor: Perkuat Kolaborasi dan Arah Keilmuan Global
LUMAJANG — Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi membuka kegiatan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung pada 6–8 April 2026 di Aston Hotel Lumajang. Mengusung tema “Pascasarjana Digdaya”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi internal, sekaligus merumuskan arah pengembangan kelembagaan yang adaptif terhadap dinamika global.
Kegiatan pembukaan Rapat Kerja ini dihadiri oleh Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., pimpinan universitas, yakni Prof. Dr. Hepni, M.M. selaku Rektor, Prof. Dr. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., Dr. Ainur Rafik, M.Ag. Dr. Khoirul Faizin, M.Ag. pada jajaran Wakil Rektor, serta Dr. Nawawi, M.Fil.I selaku Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh unsur pengelola Pascasarjana UIN KHAS Jember, yang terdiri atas Prof. Dr. Mashudi, M.Pd. sebagai Direktur, Dr. H. Saihan, M.Pd.I. selaku Wakil Direktur, Prof. Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd. sebagai Ketua Gugus Mutu, para Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi, serta seluruh staf akademik Pascasarjana UIN KHAS Jember.
Dalam sambutannya, Prof. Mashudi menekankan pentingnya membangun keselarasan visi dan misi di antara seluruh elemen akademik. Ia menegaskan bahwa penguatan institusi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis kolaborasi yang solid dan berkelanjutan.
“Kekuatan institusi terletak pada soliditas internal dan kemampuan untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan Bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, M.M., dalam arahannya menyoroti pentingnya transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar lebih adaptif terhadap isu-isu global. Ia menekankan bahwa integrasi keilmuan menjadi kunci untuk melahirkan kembali tokoh-tokoh intelektual yang mampu menjadi kompas dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.
Rektor mencontohkan figur-figur besar seperti Harun Nasution dan Nurcholish Madjid yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam khazanah pemikiran Islam Indonesia. Ia juga mendorong para akademisi untuk aktif menyebarluaskan gagasan melalui berbagai media, sebagaimana dilakukan oleh Azyumardi Azra dan Komaruddin Hidayat.
Tak hanya itu, Rektor juga mengingatkan bahwa PTKIN saat ini menghadapi tantangan eksistensial di tengah dominasi perguruan tinggi umum. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar tidak hanya berfokus pada aktivitas internal, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran ke ruang publik. Kritik dari luar harus dijawab dengan bukti konkret berupa prestasi dan inovasi.
“Kita harus sensitif terhadap isu-isu strategis nasional. alumni PTKIN memiliki peran historis dalam membangun peradaban Indonesia melalui nilai-nilai humanisme dan moderasi beragama, yang harus terus diperkuat sebagai kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya.
Penulis: Laili Salimah


